Monday, 1 January 2018

Lomba Robotika Technocorner



Nah, bagi kalian yang tertarik dengan robot atau sudah expert dan ingin menghasilkan uang dari hobi membuat robot ataupun kalian yang jago IPA dan bisa mengembangkan aplikasi bisa join lomba yang satu ini. GamezPop akan menjelaskan event nasional satu ini, penasaran bukan? Kuy 

Apa sih Technocorner itu?

Technocorner 2018 merupakan acara nasional bertemakan teknologi yang pada tahun ini dipersembahkan oleh Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada bersama dengan Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi. Event ini bisa diikuti oleh kalangan umum dan juga pelajar SMA. Selain ada lomba, Technocorner juga mengadakan seminar tentang teknologi.

Lomba apa saja yang ada di Technocorner ini?

Ada 5 kategori lomba yaitu :

1. Electrical Engineering Competition (EEC)


EEC merupakan sebuah kompetisi yang diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK/Sederajat. Berupa kompetisi tertulis dan praktik di bidang Matematika, Fisika, dan Komputer yang bisa kamu pecahkan bersama tim kalian. Satu Tim terdiri atas 3 orang dengan sekolah yang sama. Alur penyisihannya secara online. Nah, bagi kamu yang jago dibidang sains bisa ikutan lomba ini.







2. IoT Development Competition

Internet of Things Development Competition merupakan kompetisi pengembangan perangkat berbasis Internet of Things. Kompetisi ini bisa diikuti oleh Semua Kalangan. Kalian bisa mendaftarkan tim dengan jumlah anggota sebanyak 3 orang. So, yang seneng develop aplikasi bisa join nih, lumayan bisa bikin aplikasi yang berguna untuk orang dan bisa mendapatkan hadiah jutaan rupiah.




3. Sumo Robot Competition


Sumo Robot Competition adalah kompetisi untuk Seluruh Kalangan. Dua robot yang saling mendorong, robot yang keluar arena pertama kali akan dinyatakan kalah atau gugur. Arena berbentuk lingkaran dan robot harus dikendalikan secara otomatis (tanpa remote.)








4. Rescue Robot Competition

Rescue Robot Competition merupakan kompetisi untuk Seluruh Kalangan. Robot yang akan dilombakan akan menelusuri track dengan berbagai rintangan kemudian robot akan memasuki raungan tertentu dimana robot harus memindahkan sebuah benda ke tempat yang ditentukan. Semua aktivitas yang dilakukan robot harus otomatis (tanpa remote.)




5. Soccer Robot Competition


Soccer Robot Competition merupakan kompetisi robot untuk Seluruh Kalangan. Pertandingan akan melibatkan 2 tim yang dimana masing-masing tim terdiri dari 2 robot yang digerakan secara otomatis (tanpa remote.)









Tertarik nih, Kemana daftarnya?

1. Electrical Engineering Competition => EEC
2. IoT Development Competition => IDC
3. Sumo Robot Competition => Sumo Robot
4. Rescue Robot Competition => Rescue Robot
5. Soccer Robot Competition => Soccer Robot

Link-link tersebut akan men-direct kalian ke website resmi Technocorner 2018 sesuai dengan kategori lomba yang kalian ingin ikuti. Terlebih lagi, kalian bisa men-download buku panduan setiap kategori lomba Technocorner 2018 ini. Jika kalian ingin tahu lebih lanjut, kalian bisa mendownload posternya.


Kapan Technocorner dilaksanakan?

Technocorner akan dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Unutk tahap penyisihan bisa kalian lihat dari websitenya. Pada bulan Maret ini, seluruh peserta yang dinyatakan lolos seleksi diundang untuk mengikuti tahap selanjutnya yang berlokasi di Fakultas Teknik UGM (Universitas Gadjah Mada)

Akhir Kata

Gimana, mulai tertarik dengan event-event Technocorner bukan? Buruan daftar sebelum ketinggalan. Mungkin cukup sekian info dari GamezPop, sebelumnya GamezPop ingin memberi tahu bahwa Technocorner 2018 ini ada jargonnya yaitu "The Biggest Technological War" dan jika informasi ini bermanfaat untuk kalian jangan lupa share dan komen ya... seluruh share yang kalian lakukan akan sangat berguna untuk blog ini terutama event Technocorner itu sendiri.

Thursday, 28 December 2017

[Ardutor #3] Analog Pin

Fungsi dari Pin Analog


Haii, kembali lagi di sesi Ardutor ketiga. Kali ini kita akan membahas kegunaan pin Analog. Bagi kalian yang belum tahu apa sih pin Analog maka langsung saja. Pada Arduino ada 6 pin Analog yaitu pin A0 sampai pin A5. Skala pada pin tersebut adalah 0-1023. Nah agar kalian lebih paham lagi, kita akan mencoba mengukur tengangan pada potensio dengan pin Analog ini, sebelumnya persiapkan bahan-bahan berikut ini


1. Arduino UNO
2. Kabel USB (Arduino ke Komputer)
3. Kabel Jumper (3 buah)
4. Potensio 10K Ohm (1 buah)
5. BreadBoard (1 buah)

Setelah kalian sudah mendapatkan bahan-bahannya, silahkan susun seperti gambar yang ada dibawah ini


Setelah sudah, seperti biasa buka software Arduino IDE kalian. Kemudian copy-paste kan kode berikut

int sensorPin = A0;
float sensorValue = 0;
float sensor;

void setup() {
// put your setup code here, to run once:
Serial.begin(9600);
Serial.println("Ardutor #3 : Analog");
delay(1000);
}

void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
sensorValue = analogRead(sensorPin);
Serial.print("Sensor Valaue :");
Serial.print(sensorValue);
Serial.print("\t");
Serial.print("Tegangan Terukur :");
sensor = (sensorValue/1023)*5;
Serial.println(sensor);
}

Penjelasan Kode

Tutorial kali ini kita akan menggunakan fitur Serial Monitor dimana kalian dapat mengetahui otuput dari koding kalian (harus menggunakan fungsi Serial.) Kalian bisa melihat outputnya pada tombol di pojok sebelah kanan atas. Sebelum melakukannya, kalian harus mengecek kembali berapa angka yang ada pada Serial.begin. Pada contoh menggunakan angka 9600 maka pada Serial Monitor nanti kalian juga harus memilih angka 9600 kalau tidak sama maka kalian tidak dapat melihat hasil outputnya.


Kalau kalian berhasil maka akan tampil seperti gambar di atas. Jika kalian memutar-mutar potensio kalian maka harga dari Sensor Value dan Tegangan Terukur akan berubah-ubah sesuai dengan arah yang kalian putar.

Akhir Kata

Sudah mulai paham bukan, fungsi dasar dari Analog pin? Kalian bisa mengembangkannya lebih lanjut lagi jika kalian penasaran. Mungkin cukup sekian dulu untuk sesi tutor ini, apabila kalian tertarik jangan lupa share dan komen. Seluruh share dan komen kalian akan membantu blog ini.

Thursday, 21 December 2017

[Ardutor #2] What is Input Arduino

Tutorial #2
Apa itu Input pada Arduino

Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas cara untuk mengendalikan lampu LED. Untuk pertemuan kali ini kita akan membahas apa itu input pada arduino. Sebelum memulai sesi tutorial, persiapkan Arduino kalian.


Bahan yang diperlukan :
1. Arduino UNO
2. Kabel USB (Arduino ke Komputer)
3. Breadboard
4. Resistor (10k Ohm dan 330 Ohm)
5. lampu LED (1 buah)
6. Push button
7. Kabel jumper

Setelah kalian mendapatkan bahan yang diperlukan, susunlah seperti rangkaian berikut ini


Ketika sudah menyusunnya dengan betul maka akan tampak seperti ini


Setelah itu, silahkan buka software Arduino IDE kalian kemudian copy-paste kan kode ini

int buttonPin= 2; //button pada pin 2
int ledR= 12; // led pada pin 12
int buttonState;

void setup() {
pinMode(ledR, OUTPUT);// membuatledPinmenjadiOUTPUT
pinMode(buttonPin,INPUT);// membuatbuttonPinmenjadiINPUT
}

void loop() {
buttonState= digitalRead(buttonPin);
if(buttonState== LOW) {// button ditekan
digitalWrite(ledR, HIGH);
}
else if(buttonState == HIGH){//button dilepas
digitalWrite(ledR, LOW);
}
}

Penjelasan Kode

Karena kita akan mengendalikan LED berdasarkan push button. Oleh karena itu, push button ini sebagai input maka pada kode tertulis INPUT untuk button pin artinya dia menerima sinyal. Karena fungsi input ini butuh suatu wadah yang kita nama kan variable maka kita buat dahulu variable/ wadah ini pada contoh kita namai buttonState.

Fungsi digitalRead adalah membaca sinyal yang kita inputkan ke suatu komponen elektronik lalu disimpan disuatu variable tertentu. Kasus ini kita definisikan sebagai buttonState=digitalRead(buttonPin) jadi nilai buttonState ini berdasarkan sinyal masukan dari buttonPin atau push button itu sendiri.

Ketika push button ditekan nilai dari buttonState akan menjadi LOW dan sebaliknya kalau push button tidak ditekan maka akan bernilai HIGH. nah kalian tinggal main kan kode pada saat push button ditekan atau tidak untuk mengendalikan nyalanya LED.

Hasil


Kalau kalian belum puas, bisa kalian coba menggabungkan materi tutorial pertama dengan materi ini. Nanti kalian akan mendapatkan hasil seperti ini


Sekian tutorial kali ini, jangan lupa share dan koment ya... Nantikan sesi tutorial berikutnya pada minggu depan. Stay tuned GamezPop.

Wednesday, 13 December 2017

[Ardutor #1] How to Control LED

Tutorial #1
Menyalakan LED

            Jika kalian sudah punya arduino uno, maka saat ini kalian akan mencoba mengerti kegunaannya. Sebagai mikrokontorler tentunya dapat mengatur komponen elektronika sesuka kita dengan menanamkan sebuah program pada mikrokontroler tersebut. Kali ini kita akan mengkontrol nyalanya lampu LED dengan arduino.


Bahan yang perlu kalian punya :
  1. Arduino UNO
  2. Kabel USB Arduino ke Komputer
  3. Breadboard
  4. Kabel jumper (male-male)
  5. Resistor 330 Ohm (Warnanya merah-merah-coklat-emas)
  6. LED (warnanya bebas)



Setelah bahan sudah lengkap mari kita susun rangkaiannya seperti gambar dibawah ini

Setelah kalian sudah memasang komponen sesuai dengan gambar diatas maka akan tampak seperti berikut ini

            Jangan kebalik pemasangan kaki LEDnya ya… karena kalau kebalik LED tidak akan menyala atau bahkan akan rusak. Kaki yang panjang merupakan kutub positif (kalau digambar yang bengkok) dan kaki yang pendek merupakan kutub negatif.
            Kutub positif (+) → Power Supply 5V
            Kutub negatif (-) → GND (Ground)

        Setelah kalian sudah memasangnya dengan betul, langsung saja buka software Arduino IDE kalian. Jika kalian belum download, bisa download di Arduino.cc. Sebelumnya pastikan arduino kalian sudah tersambung dengan computer milik kalian ya… Setelah semuanya sudah beres, copy-kan code ini ke Arduino IDE kalian

const int PIN_R = 8;
void setup() {
// put your setup code here, to run once:
pinMode(PIN_R, OUTPUT);
}


void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
digitalWrite(PIN_R, LOW);
delay(1000);
digitalWrite(PIN_R, HIGH);
delay(1000);
}

Penjelasan Code

              Code ini akan membuat lampu LED kalian nyala selama 1 detik (pada code diatas tertulis 1000 yang dimana satuannya adalah mili sekon jadi 1000ms = 1 sekon) dan mati selama 1 detik. Kalian bisa mengatur waktunya dengan mengganti nominal pada delay (kalian bisa menggunakan satuan mikro dengan menuliskan ‘u’ contoh : 1 mikrosekon = delay(1u); )
           Kata ‘LOW’ dan ‘HIGH’ adalah sinyal yang diberikan arduino kepada LED, jika sinyal bernilai satu atau HIGH maka LED akan menyala namun jika sinyal bernial nol atau LOW, lampu LED akan mati.
         Untuk const int PIN_R = 8; kalian bisa merubah angkanya sesuka kalian asal ketika pemasangan harus sesuai dengan nomer pin yang kalian tulis. Untuk contoh kita menggunakan pin ke 8. Code pinMode(PIN_R, OUTPUT) digunakan karena kita menggunakan pin pada arduino, untuk ‘OUTPUT’ sendiri menyatakan bahwa komponen ini hanya mengeluarkan sinyal berupa nyalanya LED. Kata ‘OUTPUT’ sendiri bisa kalian ganti dengan ‘INPUT’ namun kali ini tidak akan membahasnya.

Hasil


Mudah bukan? Kalian bisa kembangkan sendiri sesuai dengan keinginan kalian. Jika masih belum puas coba kalian buat Running LED seperti ini




Sekian dari saya, semoga bermanfaat, tunggu tutorial selanjutnya ya... Jangan lupa share jika artikel ini bermanfaat bagi kalian.
Stay tuned...
GamezPop




Friday, 1 December 2017

Arduino UNO R3

Apa itu Arduino UNO R3 ?

Arduino merupakan sebuah papan micro controller yang berguna bagi pemula ataupun profesional untuk membuat suatu proyek elektronika dengan mudah dan cepat. Salah satu jenisnya adalah Arduino UNO R3. Selain itu, Arduino adalah open source hardware and software jadi siapapun dapat membuat Arduinonya sendiri, kalian bisa kunjungi webnya di Arduino.cc


Spesifikasi Arduino UNO R3

Chip Mikrokontroller                   : ATmega328P
Tegangan Operasi                         : 5V
Tegangan Input (Recommended) : 7V - 12V
Digital I/O pin                              : 14 buah (6 diantaranya menyediakan PWM bertanda "~") 
Analog pin                                    : 6 buah
Memori Flash                               : 32 KB, 0.5 KB telah digunakan untuk bootloader 
SRAM                                          : 2 KB
EEPROM                                     : 1 KB
Clock Speed                                 : 16 Mhz
Dimensi                                        : 68.6 mm x 53.4 mm
Berat                                             : 25 g

Untuk dapat mem-program arduino sesuai dengan keinginan kita, bisa menggunakan software Arduino IDE yang dapat didownload disini tentunya free tanpa perlu crack.

Tampilan Software Arduino IDE
Kalian bisa menggunakan bahasa pemrograman C untuk memprogram Arduino milik kalian.

Pin Input dan Output (I/O)

  • Serial terdiri dari 2 pin yaitu pin 0 (RX) dan pin 1 (TX) yang digunakan untuk komunikasi antar Arduino
  • PWM terdiri 6 buah pin yaitu (pin 3, 5, 6, 9, 10, dan 11), biasanya PWM digunakan untuk mengatur kecepatan motor (skala nilai 0-255), menggunakan fungsi analogWrite()
  • I2C terdiri atas 2 pin yaitu Pin A4 (SDA) dan Pin A5 (SCL), kalian bisa menggunakannya dengan menambahkan #include <Wire.h>
  • Pin Digital kalian bisa menggunakan pin ini dengan fungsi pinMode(//pin ke berapa, //INPUT atau OUTPUT);
  • Pin Analog (pin A0 sampai A1) Masing-masing pin analog tersebut memiliki resolusi 10 bits (jadi bisa memiliki 1024 nilai)
Jika kalian merasa Arduino tidak bekerja dengan betul kalian bisa menekan tombol yang ada di dekat port USB Arduino (tombol reset.) Tombol ini akan membuat Arduino kalian menjalankan program yang kalian tanam tanpa menghilangkan program tersebut.


Penggunaan Arduino Sheild
Arduino Sheild sendiri adalah sebuah modul yang dipasang tepat diatas arduino kita, biasanya modul ini membantu kita dalam membuat suatu rancangan elektronika dan memiliki fungsi tertentu semisal Arduino Motor Sheild L293D ini, sheild ini dapat mengendalikan 4 motor dan juga 2 servo secara bersamaan. Masih banyak Arduino Sheild lainnya, kalian pun dapat membuatnya sendiri dengan fungsi sheild yang kalian inginkan

Akhir Kata "Arduino Sangat Mudah digunakan"